Home

Harry Potter!

Game of Thrones!

Film dan serial itulah yang akhirnya memantapkan langkah saya untuk mengejar mimpi hidup di Inggris. Untuk memulainya, mencari beasiswa dan menjadi mahasiswa adalah tugas awal. Bagaimana cara saya mendapatkan beasiswa saya tulis disini.

IMG_7500

Peron 3/4 di Stasiun King’s Cross, London

IMG_8038

Game of Thrones Tour di Belfast

Biaya Hidup

Menjadi mahasiswa di Inggris dengan beasiswa tidak berarti harus hidup susah seperti yang saya rasakan dengan beasiswa YTB di Turki. Pengalaman hidup saya di Turki saya tulis disini. Visa pelajar di Inggris diperoleh apabila pelamar memiliki minimal uang tabungan yang mencukupi standar biaya hidup rata-rata masyarakat di Inggris. Sebagai contoh, pada tahun 2016 minimal biaya hidup di London per bulan adalah £1000 dan di luar London £800. Jumlah ini dikalkulasi dengan lamanya masa studi. Misalnya masa studi kuliah Master’s Degree adalah 12 bulan, maka jumlah tersebut dikali 12. Hal ini bertujuan sebagai jaminan agar mahasiswa tidak hidup terlunta. Pada kenyataannya, beasiswa memberikan jumlah uang yang melebihi standar.

Selain membayar uang kuliah penuh, beasiswa LPDP pada tahun 2016 memberikan saya tunjangan sebagai berikut: IDR 10,000,000 sebagai tunjangan buku; GBP 1050 sebagai uang saku bulanan, karena lokasi kuliah saya di Leeds (luar London) dan GBP 2100 (dua kali uang saku bulanan) sebagai uang settlement di negara baru. LPDP juga mengganti seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membuat visa, asuransi dan transportasi. Disediakan juga insentif untuk seminar yang diikuti apabila menjadi pembicara dan apabila kita berhasil mempublikasikan jurnal ilmiah. Uang yang saya peroleh dari LPDP bisa dibilang lebih dari cukup.

Saya tinggal di akomodasi yang dikelola oleh agen, bukan akomodasi dari universitas dan membayar uang sewa £250 setiap bulan diluar tagihan lain seperti listrik, air dan gas. Flat tempat saya tinggal terdiri dari satu ruang keluarga, satu dapur, satu kamar mandi dan empat kamar tidur. Karena itu untuk tagihan listik, air dan gas setiap bulannya bervariasi, total tagihan dibagi rata antara empat penghuni. Saya menghabiskan sekitar £50 hingga £100. Pada musim dingin, biaya tagihan gas lebih mahal karena digunakan untuk pemanas ruangan. Biaya makan dan kebutuhan sehari-hari saya habiskan sekitar £200 hingga £300 setiap bulan. Saya membuat rekaman video mengenai supermarket di Inggris dan dapat dilihat di tautan ini.

Untuk transportasi, saya membayar sekitar £120 selama satu tahun menggunakan bus di wilayah Yorkshire. Meskipun demikian, harga tiket bus untuk sekali perjalanan bagi pelajar dan mahasiswa jauh lebih murah dengan harga tiket umum. Jadi dengan uang beasiswa yang saya dapatkan dibandingkan dengan biaya hidup yang saya keluarkan, saya masih bisa menyisihkan uang dan hidup dengan nyaman.

IMG_5761

Bus (FirstBus) di Leeds

Kesehatan

Cuaca Inggris yang tidak menentu menjadikan kita harus senantiasa menjaga kesehatan. Bahkan terkadang kita dapat menjumpai empat musim dalam satu hari. Pagi hari hangat, siang hari salju, sore hari hujan, pada malam harinya kering dan dingin. Tetapi biaya pembuatan visa sudah termasuk biaya asuransi yang mencakup seluruh jaminan kesehatan saat di Inggris.

Sesampainya di Inggris, kita harus mendaftar pada klinik atau rumah sakit yang disebut General Practitioner (GP) di area tempat kita tinggal dan apapun jenis penyakit atau keluhan yang dirasakan, kita dapat berkunjung dengan perjanjian dan mendapatkan pengobatan dengan gratis. Saya memiliki seorang teman yang mengalami serangan jantung sehingga harus di operasi by pass dan beristirahat di rumah sakit selama satu bulan tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Obat-obatan yang didapatkan serta jasa pemulihan setelah keluar dari rumah sakitpun diberikan secara gratis.

unnamed (3)

Pemandangan dari teras Leeds General Infirmary (LGI), salah satu rumah sakit di Leeds

Bekerja

Mahasiswa diberikan 20 jam pada masa perkuliahan aktif untuk bekerja paruh waktu dan diperbolehkan bekerja penuh pada masa-masa liburan seperti libur musim panas atau ketika masa perkuliahan aktif berakhir, misalnya pada saat menulis disertasi.

Saya memanfaatkan hal ini dengan menjadi pelayan di restoran cepat saji terkenal di Inggris. Pada dua bulan pertama saya memperoleh upah £7,5 per jam dan bulan berikutnya menjadi £7,8 per jam. Ketika bekerja penuh lebih dari 38 jam seminggu, kelebihan waktunya dihitung lebih sampai dengan £11 per jam. Jadi lebih kurang saya dapat menerima lebih dari £280 setelah dipotong pajak. Pajak penghasilan di Inggris cukup besar.

Sebelum mencari pekerjaan, kita diwajibkan memiliki National Insurance Number (NIN) dan proses mendapatkannyapun gampang. Kita hanya perlu kontak melalui telepon dan NIN akan dikirimkan melalui pos langsung ke alamat tempat tinggal dalam waktu maksimal satu bulan. Mencari pekerjaan paruh waktu di Inggris relatif mudah, banyak informasi yang diperoleh melalui internet dan iklan langsung di restoran/ toko di pusat kota atau pusat perbelanjaan. Hanya perlu sedikit usaha dan sikap anti gengsi.

IMG-4915

Menjadi pramusaji di Leeds

Sebelum lulus kuliah, saya sudah aktif mencari pekerjaan penuh di Inggris dengan mencari informasi melalui internet dan menghadiri pameran kerja, bahkan di luar kota sekalipun. Mencari perusahaan yang mau mempekerjakan tenaga internasional (bukan berasal dari negara Uni Eropa) dan memberikan sponsor visa memang relatif susah. Perlu semangat pantang menyerah ketika mendapatkan ratusan penolakan dari perusahaan-perusahaan. Setidaknya itulah yang saya rasakan, sampai akhirnya saya dapat bekerja setelah lulus untuk kontrak selama satu tahun. Isu Brexit menjadikan situasi ekonomi, sosial dan politik di Inggris cenderung tidak menentu sehingga saya kesulitan untuk mendapatkan sponsor untuk memperpanjang masa berlaku visa dan menjadikan saya pindah ke Belanda dengan Orientation Year Visa.

Kegiatan Beragama

Sebagian besar masyarakat Inggris tidak mempercayai adanya Tuhan. Beberapa memeluk agama katolik tetapi tidak menunaikan ibadah yang ditentukan. Tetapi bukan berarti mereka tidak menghargai orang lain yang beribadah dengan keyakinannya.

Banyak dijumpai tempat beribadah seperti mesjid, gereja atau sinagog. Sebagai seorang Muslim, saya tidak kesulitan untuk menunaikan sholat di kampus ataupun di kota. Dengan meningkatnya jumlah pemeluk agama Islam di Inggris dan pengaruh komunitas Muslim Pakistan menjadikan dukungan dan fasilitas beragama di negara ini terasa lengkap. Untuk mencari makanan dan restoran halalpun tidaklah susah.

Saya tidak pernah mendapatkan perlakuan diskriminasi ketika menunaikan sholat dan berpuasa saat kuliah ataupun bekerja. Bahkan pada bulan Ramadan, saya diizinkan untuk bekerja setengah hari, karena lama waktu berpuasa di Inggris ketika musim panas mencapai 19 jam. Teman-teman sayapun menghargai saya apabila saya harus meninggalkan percakapan misalnya, karena ingin mengerjakan sholat.

IMG-4465

Leeds Grand Mosque, setelah mengerjakan sholat Idul Fitri 2017

Perhimpunan Pelajar Indonesia

Saya beruntung bergabung menjadi tim Hubungan Masyarakat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leeds periode 2016/ 2017 dan menjadi PPI terbaik di Inggris selama lima tahun berturut-turut. PPI menjadi sarana masyarakat Indonesia untuk berkumpul, menyalurkan ide dan aspirasi selama berada di luar negeri.

Banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan bersama PPI. Seminar, Talkshow, pagelaran dan pameran budaya biasanya menjadi agenda rutin PPI. PPI Leeds bahkan menjadi pemenang rutin untuk kegiatan ‘World Unite Festival‘ di University of Leeds yang melombakan pertunjukan budaya dari berbagai negara.

Melaksanakan kegiatan bersama PPI menjadi hiburan tersendiri ketika sibuk dengan tuntutan pendidikan atau pekerjaan selama berada di Inggris.

IMG-1895

Menyusun dan melaksanakan program TalkShow bersama PPI Leeds

IMG-1834

Saya menari ‘Kembang Jatuh’ dari Budaya Betawi pada acara Strategic Contribution for Indonesia (SCI) di Leeds tahun 2017

DSCF3214

Saya menari Kecak dan menjadi Hanoman dalam kompetisi World Unite Festival di Leeds

Perkuliahan di Inggris, khususnya di University of Leeds

Kuliah di Inggris dan University of Leeds khususnya menuntut saya untuk berpikir kreatif, menganalisa suatu perspektif secara menyeluruh dan merumuskan solusi inovatif atas sebuah masalah. Terdapat kelas umum dan kelas seminar, dimana mahasiswa diberikan contoh kasus dan dituntut mengemukakan ide dan pendapat mengenai kasus tersebut yang dihubungkan dengan materi perkuliahan.

Penggunaan teknologi dijital di University of Leeds sangat menunjang kegiatan perkuliahan, mulai dari memesan ruangan belajar pribadi di perpustakaan sampai membayar makanan di kantin. Di Leeds University Business School (LUBS), mahasiswa dibagikan iPad secara gratis yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Absensi kehadiran, menjawab pertanyaan quiz, mengakses materi perkuliahan, hingga tanya jawab dengan dosen diakses menggunakan iPad. Sampai sekarang saya masih menyimpan iPad Air 2 yang diberikan.

IMG-0148

Saya berbincang dengan Prof. Hofstede, ahli sosial dan budaya dunia melalui Video Call di kelas

Mahasiswa juga diberikan dosen pendamping khusus yang bertugas memantau perkembangan akademis ataupun menjadi sarana bertukar pikiran dan gagasan. Terdapat kelas-kelas umum yang diselenggarakan untuk membantu mahasiswa, seperti bagaimana cara menulis essai yang baik, merangkum literatur, komunikasi, presentasi yang menarik, dsb. Departemen khusus yang membantu pengembangan karir, mulai dari informasi lowongan pekerjaan, menulis CV atau sukses menghadapi wawancara pekerjaan juga disediakan di University of Leeds.

Untuk jurusan MSc International Business, saya beruntung menjadi bagian dari program yang menduduki peringkat pertama di Inggris dan kedua di dunia (Financial Times, 2016). Banyak kegiatan positif yang diselenggarakan untuk menjalin keakraban antara mahasiswa dengan dosen dan tim akademis ataupun kegiatan profesional lain yang bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas.

unnamed (4)

Acara Gala Dinner MSc International Business di Queen Hotel, Leeds, 2017

_DSC2363

Group Study dengan teman-teman dari negara yang berbeda-beda

Secara umum, metode perkuliahan di universitas besar lain di Inggris tidak akan jauh berbeda dengan apa yang saya dapatkan di University of Leeds. Saya cukup puas dengan metode pembelajaran di LUBS meskipun skill yang saya peroleh juga berasal dari pengalaman bekerja dan training/ kursus yang saya ikuti di luar perkuliahan. Namun kuliah di Inggris membentuk attitude saya menjadi pribadi yang mampu berpikir kritis, mengemukakan ide dan perspektif secara komunikatif, meningkatkan kemampuan berbahasa, memahami orang-orang yang berbeda latar belakang dan budaya serta mengatur waktu dan menyusun strategi untuk dapat hidup, berbaur dengan lingkungan.

DSC05780

IMG_1696

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.