Home

Australia Awards Scholarship, New Zealand Scholarship, Fulbright Program dan ASEAN Scholarship adalah beberapa skema beasiswa yang pernah menolak saya, sebelum akhirnya pada tahun 2014 saya menerima beasiswa dari pemerintah Turki, YTB dan tahun 2016 menerima beasiswa dari pemerintah Inggris, Chevening dan kementerian keuangan Republik Indonesia, LPDP.

Berbagai penolakan mengajarkan saya bagaimana seharusnya menjawab pertanyaan essay beasiswa dan bagaimana menulis surat motivasi yang baik untuk mendaftar universitas di luar negeri, khususnya di Inggris.

DSC05150

Edward Boyle Library, University of Leeds

Menjawab Essay Beasiswa

Tugas utama kita ketika menjawab essay beasiswa adalah memahami dan menganalisa pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan terdiri dari dua analisa kata; kata kunci dan kata tanya.

Contoh:

Explain the situation where you have demonstrated responsible leadership and how it made a difference in the community!’

Kata kunci dari pertanyaan diatas adalah: Leadership dan Community. Hubungan antara karakter kepemimpinan dan dampaknya terhadap komunitas. Sedangkan kata tanya pertanyaan tersebut adalah: Explain.

Pertanyaan essay umumnya akan diawali dengan kata-kata seperti Explain, Evaluate, Describe, Justify, Compare. Sering juga kata tanya ini muncul ketika kita menjawab pertanyaan sesi Writing untuk IELTS. Penting untuk mengetahui bagaimana sebenarnya cara menjawab pertanyaan yang diawali dengan kata tanya ini.

Explain/ Jelaskan: Analisalah konsep dibalik pertanyaan, lalu bahas secara detail. Konsep pertanyaan diatas adalah Leadership. Bahas secara detail seperti apakah karakter kepemimpinan itu, mengapa karakter ini penting dan hal apa yang pernah kita lakukan yang mencerminkan jiwa pemimpin. Karena pertanyaannya berkaitan dengan dampaknya terhadap komunitas, carilah contoh kegiatan yang berhubungan.

Evaluate/ Evaluasi: Carilah argumen-argumen yang berkaitan dengan Leadership, misalnya pendapat orang lain yang menganggap gaya kepemimpinan tertentu terkadang membawa pengaruh negatif terhadap komunitas. Bandingkan pendapat itu dengan pendapat yang lain, lalu gunakan pendapat kita sendiri bagaimana kita menilai pemimpin yang baik untuk masyarakat, misalnya.

Describe/ Deskripsikan: Pertanyaan ini hampir sama dengan ‘explain’, jawaban ditulis secara detail, hanya saja describe lebih menekankan kepada arti dari kata kunci itu sendiri. Pertanyaan diatas memiliki kata kunci Leadership, jadi jawabannya lebih menceritakan apa yang dimaksud dengan karakter kepemimpinan itu sendiri, apa sebenarnya inti dari karakter tersebut yang berpengaruh di komunitas. Misalnya dengan memiliki karakter pemimpin yang baik, otomatis dapat memberikan perspektif dan arahan kepada masyarakat terhadap suatu hal positif dan mampu bertindak tegas jika terdapat unsur negatif.

Justify/ Justifikasi: Apabila muncul pertanyaan ini, kita harus mencari bukti-bukti nyata atau realita yang terjadi untuk menunjang pendapat kita. Misalnya kita pernah menjadi ketua organisasi tertentu dan memberikan motivasi kepada anggota organisasi yang lainnya untuk berperan positif di masyarakat. Atau misalnya pernah terjadi penyelewengan dana bantuan oleh anggota tim ketika kita bergabung dalam program kerja tertentu dan bagaimana seorang pemimpin mengatasi masalah yang terjadi akibat hal tersebut.

Compare/ Membandingkan:  Dari pertanyaannya jelas bahwa kita dapat menjawab dengan membandingkan hal, pendapat, kejadian yang berbeda dan apa masing-masing pengaruhnya. Misalnya ketika kita pernah menjadi ketua organisasi dan ketua tim program kerja, apa perbedaan tanggung jawab diantara keduanya, apa tantangan yang dialami, apa pendekatan yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut, apa dampak yang diperoleh. Hal yang dibandingkan bisa jadi sama ataupun berbeda.

Apa saja sebaiknya yang ditulis dalam jawaban essay beasiswa?

Tulislah essay yang memiliki alur dan keterkaitan antara satu topik dan lainnya. Bisa dimulai dari hal yang pernah dialami, pengaruhnya pada saat itu dan kepentingannya di masa depan.

Contoh: Leadership dan Community Impact. Apa yang bisa kita tulis mengenai Leadership misalnya: Pengalaman menjadi pemimpin dan kegiatan apa yang pernah dilakukan; lalu sambung dengan apa alasan menjadi pemimpin dan mengapa kita bergabung dalam kegiatan tersebut; lalu apa tantangan atau masalah yang dihadapi dan bagaimana kita mengatasinya; apa pelajaran yang dapat kita ambil dari tantangan tersebut dan bagaimana hal itu membentuk kita menjadi seorang pemimpin yang baik; akhiri dengan apa pengaruh hal ini untuk kita di masa depan.

Untuk Community Impact kita dapat mengawali jawaban dengan: Seberapa banyak waktu yang kita luangkan untuk melaksanakan kegiatan untuk komunitas; dilanjutkan dengan mengapa hal ini penting untuk kita dan mengapa penting untuk masyarakat; keuntungan apa yang kita peroleh dengan memberikan kontribusi kepada komunitas.

Dari pengalaman saya mengikuti seleksi beasiswa, semua pihak pemberi beasiswa mencari pelamar yang memiliki karakter kepemimpinan dan apa yang akan dilakukannya di masa depan dengan ilmu baru yang akan dia dapatkan memiliki dampak dan kontribusi positif terhadap komunitas.

DSCF9160

Saya bergabung dalam tim Hubungan Masyarakat, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leeds periode 2016-2017

Menulis Motivation Letter Untuk Universitas

Hal yang paling penting ketika menulis surat motivasi adalah struktur. Gunakan pola Introduction, Main Body dan Conclusion atau rangkai dengan pola STAR – Situation, Task, Action, Result.

Introduction: Latar belakang mengapa mengambil sebuah jurusan di suatu universitas itu penting.

Main Body: Kegiatan akademis/ riset/ pekerjaan/ pencapaian yang pernah diperoleh; dilanjutkan dengan ilmu dan keahlian yang didapatkan dari kegiatan tersebut; dan visi di masa depan.

Conclusion: Harapan diterima di jurusan dan universitas tersebut, dilengkapi dengan faktor yang membuat kita berharap dapat diterima seperti reputasi yang baik, fasilitas yang disediakan, program pendidikan yang bagus, atau ikatan alumni yang terdapat di seluruh dunia misalnya.

Struktur STAR, sama dengan pola diatas. Diawali dengan ‘Situation’: latar belakang tentang diri kita atau misalnya situasi yang sedang berkembang di masyarakat. Misalnya karena tingkat polusi yang semakin tinggi di Indonesia, kita ingin belajar Environmental Studies agar dapat mengembangkan solusi untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Dilanjutkan dengan ‘Task‘: hal apa saja yang seharusnya dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran udara atau mengatasinya misalnya. Lalu ‘Action‘: kegiatan apa yang berkaitan dengan usaha untuk mencegah pencemaran, yang pernah kita lakukan. Diakhiri dengan ‘Result‘: hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut, keahlian yang didapat dan bagaimana pengaruh mempelajari Environmental Studies dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian kita yang berguna di masa depan.

Hal yang harus dihindari ketika menulis essay/ motivation letter:

Mengawali paragraf dengan kalimat yang membosankan. Misalnya diawali dengan menyebutkan nama, “My name is Abrar Zakki, I am graduated from…” Tetapi awalilah paragraf dengan kalimat yang menarik, yang membangkitkan rasa ingin tahu si pembaca. Setiap tahunnya komite penerima mahasiswa atau aplikan beasiswa beribu jumlahnya, oleh karena itu penting bagi kita untuk berbeda dari orang kebanyakan dan menarik tim penyeleksi untuk membaca lebih lanjut.

Ini contoh kalimat pembuka yang saya tulis ketika melamar program MSc International Business.

“I spent last week in Indonesia, working on a series for BBC Radio about four of the world’s most populous non-BRIC emerging economies. The group I’m studying for this project – let’s call them MINT economies – deserve no less attention. Mexico, Indonesia, Nigeria, and Turkey all have very favorable demographics for at least the next 20 years, and their economic prospects are interesting,” Jim O’Neill discussed the “MINT” economies in a column for Bloomberg View.

Saya awali dengan quotation, pendapat seorang praktisi bisnis atas realita yang sedang terjadi dunia ekonomi sebagai latar belakang ketertarikan saya untuk mempelajari ilmu bisnis internasional.

Jangan gunakan kata-kata informal seperti ‘okay’, ‘maybe’, ‘sort of’. Jangan pula menggunakan singkatan seperti ‘don’t’, haven’t’, ‘won’t’. Tulislah kata-kata baku seperti ‘four’ bukan ‘4’, ‘eight‘ bukan ‘8’.

Usahakan tidak menulis kalimat-kalimat klise seperti, “think outside the box“, “avoid it like a plague” atau “give contribution to my country” yang tidak jelas maksudnya. Tetapi jelaskan misalnya apa contoh tindakan kreatif atau solusi dari masalah yang dihadapi atau kontribusi seperti apa yang dapat diberikan kepada masyarakat, misalnya menyusun strategi marketing dan rencana inovatif bagi pedagang kecil dan menengah di Depok, Jawa Barat.

Dan yang paling penting adalah grammar. Gunakan grammar yang konsisten, jangan mencampuradukkan tenses, misalnya di awal menggunakan past tense, lalu di tengah-tengah menggunakan present tense. Aplikasi seperti ‘Grammarly‘ misalnya dapat membantu kita menyusun tulisan dengan grammar yang tepat.

Jika kita sudah selesai menulis essay/ motivation letter jangan langsung dikirimkan. Tunggulah pikiran kita tenang lalu bacalah kembali. Tunggu lagi setelahnya dan baca lagi. Ulangi beberapa kali sampai kita yakin tulisan yang kita buat sudah sesuai dengan apa yang kita harapkan dan pihak pemberi beasiswa atau pihak universitas yang kita lamar.

unnamed (2)

Sesaat sebelum menyerahkan disertasi saya sebagai tugas akhir program studi MSc International Business di Leeds University Business School

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.